Pasar Peralatan Konstruksi Indonesia Disebut dalam Fase Ekspansif

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai pasar potensial bagi industri peralatan konstruksi global. Hal ini mencuat dalam T50 Summit Asian Forum 2025 yang dibuka di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025) lalu, bersamaan dengan hari pertama pameran Mining Indonesia. Forum yang telah berlangsung sejak 2011 di Beijing ini dikenal luas sebagai salah satu barometer utama industri alat berat, konstruksi, dan pertambangan dunia.

Baca juga: Produsen Alat Berat Asal China Zoomlion Raup Kontrak Rp 4,5 Triliun di Pameran Konstruksi Indonesia 2025

Sorotan khusus tertuju pada pasar peralatan konstruksi Indonesia.

Valuasi Pasar Pusat Data RI Tembus Rp 38 Triliun

Artikel Kompas.id

Menurut proyeksi asosiasi pakar alat berat Indonesia PERTAABI, ukuran pasar peralatan konstruksi nasional diperkirakan mencapai 25.430 unit pada 2030.

Indonesia bahkan telah memegang 39,53 persen pangsa pasar peralatan konstruksi ASEAN pada 2024, menjadikannya pasar terbesar di kawasan.

“Pasar Indonesia saat ini berada dalam fase ekspansi pesat, didorong oleh pembangunan infrastruktur, energi, listrik, urbanisasi, dan pertambangan,” ujar Jack Zhang, Sekretaris Jenderal T50 Asian Forum dalam siaran pers, Jumat (19/9/2025).

Baca juga: Kadin: Sektor Konstruksi Serap 8 Juta Pekerja, Potensi Serap 5 Juta Tahun Ini

Dalam edisi ke-15 kali ini, panitia kembali mengumumkan peringkat 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar Dunia 2025, 50 Perusahaan Angkat Asia Terbesar 2025, serta 50 Perusahaan Persewaan Peralatan Asia Terbesar 2025.

Berdasarkan data T50 Summit, total pendapatan 50 produsen mesin tambang terbesar dunia mencapai 76,65 miliar dollar AS pada 2024, turun 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tag Post :
Share This :